Sponsor

Tuesday, March 18, 2014

Turki Juga Tidak Mengiktiraf Crimea Bergabung Dengan Russia Dan Menolak Refrendum....

Republik Crimea terlepas dari pangkuan Ukraine . Hasil referendum pada 16/3/2014 menunjukkan bahwa sekitar 97 peratus memilih untuk bergabung dengan Russia. Sekiranya ini keputusan yang menggembirakan Russia namun keputusan ini tidak disenangi oleh Ukraine sendiri serta beberapa Negara Barat yang lain termasuk US. Terbaru, Turki juga menyatakan hal yang sama. Pemerintah Turki secara tegas menolak hasil Refrendum tersebut.

Bukan tanpa alasan Turki menolak keputusan hasil referendum tersebut. Apa yang membimbangkan Turki adalah nasib Warga Tartar Crimea yang berbahasa Turki yang menetap diwilayah tersebut... “ Kami tidak mengakui referendum itu dan referendum tidak memiliki legitimasi,” kata Menteri Luar Negeri Ahmet Davutoglu....

Ahmet Davutoglu mengatakan referendum itu melanggar integritai wilayah Ukraine. “ Saya berharap referendum itu, tidak akan mengarah pada ketegangan baru. Saya berharap semua pihak terkait bertindak dengan cara rundingan dan menghindari campurtangan militer," ujarnya.
Etnik Tatar Crimea sejak awal lagi memang menentang Crimea bergabung dengan Russia. Etnik Tatar yang masih memiliki hubungan erat dengan Turki itu bimbang akan mendapatkan intimidasi dan hak mereka semakin hilang... “ Kami tidak akan pernah menerima referendum,” ujar pemimpin Tatar Crimea, Mustafa Kirimoglu yang ikut dalam konferensi tersebut. Kata dia, nasib etnik Tatar Crimea terletak kepada pemerintah Ukraine... 

Kelmarin, Amerika Syarikat (US) dan negara-negara anggota Kesatuan Eropah langsung merumuskan sanksi untuk Rusia. Menurut kabar, negara-negara pendukung Ukraine tersebut akan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

Sementara itu, Ukraine yang sudah pasti kehilangan sekitar 2 juta penduduknya di Crimea menyatakan referendum tersebut sebagai sirkus. Perdana Menteri Ukraine, Arseniy Yatsenyuk menuduh Rusia sebagai dalang lahirnya referendum. Kini krisis yang bermula dari kemelut politik Ukraine itu telah melebar menjadi isu regional. Apatah lagi setelah Crimea memutuskan untuk bergabung dengan Rusia.....

TIANG SERI / Dari Pelbagai sumber
Rujuk lain2 sumber untuk ketepatan maklumat..

0 comments:

Post a Comment

http://penburukonline.blogspot.my/